Cite This        Tampung        Export Record
Judul Pingkan Matindas / Sania Rasyid ; penyunting, Dwi Utari
Pengarang Sania Rasyid (penulis)
Dwi Utari (penyunting)
EDISI Cetakan 1, 2026
Penerbitan Yogyakarta : Narasi, 2026
Yogyakarta : Narasi, 2026
Deskripsi Fisik iv, 388 halaman ;20 cm
Konten teks
Media tanpa perantara
Penyimpan Media volume
ISBN 978-634-7102-56-0
Subjek Fiksi Indonesia
Abstrak "Tuhan, lindungi Pingkan dari rayuan dunia. Barkan hatinya tetap terikat pada cinta sederhana Matindas, bukan karena kilauan harta yang sementara," doa itu terucap perlahan, sebuah harapan yang rapuh di tengah gelombang kecemasan. Ia membuka matanya. Lautan terhampar luas, tantangan di depannya jelas terlihat. Namun, tantangan terbesarnya bukanlah ombak atau badai, melainkan perjuangan melawan perasaan rendah diri yang mengikis keyakinannya terhadap cinta Pingkan. Pingkan dan Matindas. Bagi mereka, cinta bukan sekadar rasa, melainkan bentuk pemberontakan tertinggi. Di dunia yang memuja kekuasaan, mereka memilih kemiskinan dan bahaya demi tetap bersama. Namun, kecantikan pingkan yang melegenda justru memicu obsesi gelap seorang Raja yang berkuasa, sebuah ancamana yang menguji batas kesetiaan hingga ke titik penghabisan. "Lebih baik mati dalam pelukan kejujuran, daripada hidup dalam kemegahan tirani." Meski perjalanan mereka harus dibayar dengan pengorbanan yang memilukan, darah mereka tidak tumpah sia-sia.
Bahasa Indonesia
Bentuk Karya Novel
Target Pembaca Remaja

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
2026/54494 SR 899.2213 SAN p Dapat dipinjam Perpustakaan PEVITA - Umum Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001168879
005 20260929034600
007 ta
008 260929################d##########f#ind##
020 # # $a 978-634-7102-56-0
035 # # $a 0010-0926000172
082 # # $a 899.2213
084 # # $a SR 899.2213 SAN p
100 0 # $a Sania Rasyid $e penulis
245 1 # $a Pingkan Matindas /$c Sania Rasyid ; penyunting, Dwi Utari
250 # # $a Cetakan 1, 2026
260 # # $a Yogyakarta :$b Narasi,$c 2026
264 # # $a Yogyakarta :$b Narasi,$c 2026
300 # # $a iv, 388 halaman ; $c 20 cm
336 # # $a teks$2 rdacontent
337 # # $a tanpa perantara$2 rdamedia
338 # # $a volume$2 rdacarrier
520 # # $a "Tuhan, lindungi Pingkan dari rayuan dunia. Barkan hatinya tetap terikat pada cinta sederhana Matindas, bukan karena kilauan harta yang sementara," doa itu terucap perlahan, sebuah harapan yang rapuh di tengah gelombang kecemasan. Ia membuka matanya. Lautan terhampar luas, tantangan di depannya jelas terlihat. Namun, tantangan terbesarnya bukanlah ombak atau badai, melainkan perjuangan melawan perasaan rendah diri yang mengikis keyakinannya terhadap cinta Pingkan. Pingkan dan Matindas. Bagi mereka, cinta bukan sekadar rasa, melainkan bentuk pemberontakan tertinggi. Di dunia yang memuja kekuasaan, mereka memilih kemiskinan dan bahaya demi tetap bersama. Namun, kecantikan pingkan yang melegenda justru memicu obsesi gelap seorang Raja yang berkuasa, sebuah ancamana yang menguji batas kesetiaan hingga ke titik penghabisan. "Lebih baik mati dalam pelukan kejujuran, daripada hidup dalam kemegahan tirani." Meski perjalanan mereka harus dibayar dengan pengorbanan yang memilukan, darah mereka tidak tumpah sia-sia. Dari pengorbanan itulah, persatuan rakyat Minahasa berakar dan tumbuh. Bukan sekadar cerita rakyat, ini adalah kisah tentang cinta yang berhasil menghentikan perang berabad-abad. Sebuah monumen kesetiaan yang tetap berdiri tegak di Kota Manado hingga hari ini, membuktikan bahwa ada sesuatu yang jauh lebih abadi daripada mahkota: janji yang tak terbagi.
650 # 4 $a Fiksi Indonesia
700 0 # $a Dwi Utari $e penyunting
990 # # $a 57184.68004
990 # # $a 57184.68004
Content Unduh katalog