Cite This        Tampung        Export Record
Judul Korpus uterus / Sasti Gotama; penyunting, Ruth Priscilia Angelina
Pengarang Sasti Gotama (penulis)
Ruth Priscilia Angelina (penyunting)
Penerbitan Jakarta : Gramedia Pustaka Utama, 2025
Deskripsi Fisik 296 halaman ;20 cm
Konten Teks
Media Tanpa perantara
Penyimpan Media Volume
ISBN 978-602-06-8377-5
Subjek Fiksi Indonesia
Abstrak Tak ada yang lebih diinginkan Luh selain kembali ke rahim. Sebagai anak hasil pemerkosaan yang berulang kali berusaha digugurkan, Luh merasa dunia fana ini begitu kejam. Tak ada kasih sayang dari ibunya. Dia dipelihara bagai hewan ternak yang cukup diberi makan tiga kali sehari. Pengabaian sang ibu membuat Luh lari dari rumah. Dalam bentang hidupnya, dia bertemu perempuan-perempuan dengan kehamilan tak diinginkan. Hal itu mendorong Luh kelak menjadi ahli aborsi yang lihai. Baginya, aborsi adalah jalan agar janin yang tak diharapkan tidak menemui kenestapaan, dan agar para perempuan memiliki otonomi atas pilihan. Luh pikir, hidup demikian akan memberinya kedamaian. Bukankah dia akhirnya dapat menolong janin-janin agar tak menderita seperti dirinya?
Bahasa Indonesia
Bentuk Karya Novel
Target Pembaca Umum

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
2025/53483 SR 899.2213 SAS k Dapat dipinjam Perpustakaan PEVITA - Umum Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001165816
005 20251001101138
007 ta
008 251001################g##########f#ind##
020 # # $a 978-602-06-8377-5
035 # # $a 0010-1025000010
082 # # $a 899.2213
084 # # $a SR 899.2213 SAS k
100 0 # $a Sasti Gotama$e penulis
245 1 # $a Korpus uterus /$c Sasti Gotama; penyunting, Ruth Priscilia Angelina
264 # # $a Jakarta :$b Gramedia Pustaka Utama,$c 2025
300 # # $a 296 halaman ; $c 20 cm
336 # # $a Teks$2 rdacontent
337 # # $a Tanpa perantara$2 rdamedia
338 # # $a Volume$2 rdacarrier
520 # # $a Tak ada yang lebih diinginkan Luh selain kembali ke rahim. Sebagai anak hasil pemerkosaan yang berulang kali berusaha digugurkan, Luh merasa dunia fana ini begitu kejam. Tak ada kasih sayang dari ibunya. Dia dipelihara bagai hewan ternak yang cukup diberi makan tiga kali sehari. Pengabaian sang ibu membuat Luh lari dari rumah. Dalam bentang hidupnya, dia bertemu perempuan-perempuan dengan kehamilan tak diinginkan. Hal itu mendorong Luh kelak menjadi ahli aborsi yang lihai. Baginya, aborsi adalah jalan agar janin yang tak diharapkan tidak menemui kenestapaan, dan agar para perempuan memiliki otonomi atas pilihan. Luh pikir, hidup demikian akan memberinya kedamaian. Bukankah dia akhirnya dapat menolong janin-janin agar tak menderita seperti dirinya?
650 # 4 $a Fiksi Indonesia
700 0 # $a Ruth Priscilia Angelina$e penyunting
990 # # $a 56173.66993
Content Unduh katalog