Cite This        Tampung        Export Record
Judul Konflik Palestina-Israel dalam dunia sastra dan dunia nyata / Fadlil Munawwar Manshur; penyunting, Siti Nurhayati
Pengarang Fadlil Munawwar Manshur
Siti Nurhayati (penyunting)
EDISI Cetakan Pertama: Maret 2025
Penerbitan Yogyakarta : Gadjah Mada University Press, 2025
Deskripsi Fisik viii, 68 halaman ;23 cm
Konten teks
Media tanpa perantara
Penyimpan Media volume
ISBN 978-623-359-599-5
Subjek Palestina, Masalah
Abstrak Pada November 1947, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengesahkan sebuah Resolusi yang membagi Palestina menjadi dua negara, yaitu negara Yahudi—Israel dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya yang berada di bawah administrasi PBB, dan yang satu lagi negara Arab—Palestina. Dunia Arab menolak Resolusi tersebut dengan alasan pembagian itu dianggap tidak adil karena melanggar Piagam PBB. Dalam kondisi kisruh seperti itu, milisi Yahudi—Israel melancarkan serangan terhadap desa-desa Palestina yang mengakibatkan ribuan orang Palestina mengungsi ke negara-negara Arab lain. Akibatnya, terjadilah perang terbuka antara Arab—Palestina dengan Yahudi—Israel pada tahun 1948. Selanjutnya, dengan berakhirnya mandat dan kepergian pasukan Inggris, dideklarasikanlah kemerdekaan negara Yahudi—Israel. Permusuhan permanen antara Palestina dengan Israel ternyata hampir tidak pernah berhenti, bahkan eskalasinya cenderung meningkat dari waktu kewaktu. Permusuhan permanen tersebut kembali terjadi pada tanggal 7 Oktober 2023
Catatan Indeks: halaman 89
Bibliografi: halaman 81
Bahasa Indonesia
Bentuk Karya Bukan fiksi atau tidak didefinisikan
Target Pembaca Umum

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
2025/53128 SR 953.1 FAD k Dapat dipinjam Perpustakaan Kota Baru - Umum (Gd. Baru - Lt.3) Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001165549
005 20250613115444
007 ta
008 250613################g##########0#ind##
020 # # $a 978-623-359-599-5
035 # # $a 0010-0625000056
082 # # $a 953.1
084 # # $a SR 953.1 FAD k
100 0 # $a Fadlil Munawwar Manshur
245 1 # $a Konflik Palestina-Israel dalam dunia sastra dan dunia nyata /$c Fadlil Munawwar Manshur; penyunting, Siti Nurhayati
250 # # $a Cetakan Pertama: Maret 2025
264 # # $a Yogyakarta :$b Gadjah Mada University Press,$c 2025
300 # # $a viii, 68 halaman ; $c 23 cm
336 # # $a teks$2 rdacontent
337 # # $a tanpa perantara$2 rdamedia
338 # # $a volume$2 rdacarrier
500 # # $a Indeks: halaman 89
504 # # $a Bibliografi: halaman 81
520 # # $a Pada November 1947, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengesahkan sebuah Resolusi yang membagi Palestina menjadi dua negara, yaitu negara Yahudi—Israel dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya yang berada di bawah administrasi PBB, dan yang satu lagi negara Arab—Palestina. Dunia Arab menolak Resolusi tersebut dengan alasan pembagian itu dianggap tidak adil karena melanggar Piagam PBB. Dalam kondisi kisruh seperti itu, milisi Yahudi—Israel melancarkan serangan terhadap desa-desa Palestina yang mengakibatkan ribuan orang Palestina mengungsi ke negara-negara Arab lain. Akibatnya, terjadilah perang terbuka antara Arab—Palestina dengan Yahudi—Israel pada tahun 1948. Selanjutnya, dengan berakhirnya mandat dan kepergian pasukan Inggris, dideklarasikanlah kemerdekaan negara Yahudi—Israel. Permusuhan permanen antara Palestina dengan Israel ternyata hampir tidak pernah berhenti, bahkan eskalasinya cenderung meningkat dari waktu kewaktu. Permusuhan permanen tersebut kembali terjadi pada tanggal 7 Oktober 2023. Peristiwa ini mengejutkan dunia international, dunia Arab, dan dunia lslam. Akhirnya, kawasan Timur Tengah kembali memanas karena serangan tiba-tiba oleh kelompok Hamas Palestina terhadap Israel di wilayah perbatasan Gaza, tepatnya, pasukan Palestina menyerang Divisi Gaza, sebuah benteng pertahanan militer Israel di Gaza. Hamas menamai serangan mereka sebagai "Operasi Badai Al-Aqsha" yang dalam bahasa Arab disebut Thaufan Al-Aqsha. Filosofi Thaufan Al-Aqsho ini adalah badai yang dahsyat dan ganas yang dapat membawa kematian dan kerusakan yang luas. Thaufan Al-Aqsha juga diartikan sebagai "gelombang besar kemarahan rakyat Palestina." Serangan Palestina yang mengejutkan dunia itu telah menghancurkan Divisi Gaza Israel yang terkenal kuat dan kokoh. Serangan itu sebagai simbol politik utama dan dianggap sebagai tonggak awal kemenangan Palestina.
650 # 4 $a Palestina, Masalah
700 0 # $a Siti Nurhayati $e penyunting
990 # # $a 55818.68638
Content Unduh katalog