
| Judul | Parable / Brian Khrisna; penyunting, Juliagar R. N. |
| Pengarang | Brian Khrisna Juliagar R. N., Emelia B. (penyunting) |
| EDISI | Cetakan kesebelas, 2024 |
| Penerbitan | Jakarta Selatan : Mediakita, 2021 |
| Deskripsi Fisik | ii, 686 halaman :ilustrasi ;20 cm |
| Konten | teks |
| Media | tanpa perantara |
| Penyimpan Media | volume |
| ISBN | 978-979-794-623-4 |
| Subjek | Fiksi Indonesia |
| Abstrak | Cerita novel ini sangat berbeda. Novel Parable mengisahkan tentang seorang cowok bernama Sadewa Sagara. Ia adalah seorang anak SMA yang serba kekurangan. Dewa lahir di keluarga yang kekurangan secara finansial, ia selalu rangking terakhir di kelas, wajahnya lebih mirip dengan petasan banting dibanding wajah manusia. Dewa juga gak bisa berantem, ia juga tak bisa bermain musik, dan ia tidak pernah pacaran. Berbanding terbalik dari Dewa, ia memiliki sahabat bernama Edward Cantona atau yang biasa dipanggil Edo. Edo hidup dengan segala kelebihan. Edo memiliki segala hal yang tidak Dewa miliki. Ganteng? Iya. Kaya? Iya. Serba bisa? Juga iya. Dewa memang dilahirkan dalam keluarga yang serba kekurangan dalam finansial. Hal ini membuat Dewa harus bekerja sejak ia masih kecil untuk membantu perekonomian keluarganya. Dewa bahkan sempat menjadi kuli panggul sejak SMP demi membantu membayar uang sekolah. Bahkan, di tubuh Dewa juga ada beberapa luka bekas kecelakaan kerja. Selain itu, Dewa juga pernah mencoba u |
| Bahasa | Indonesia |
| Bentuk Karya | Novel |
| Target Pembaca | Umum |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 2024/51226 | SR 899.2213 BRI p | Dapat dipinjam | Perpustakaan Kota Baru - Umum (Gd. Baru - Lt.3) | Dipinjam |
| 2024/52058 | SR 899.2213 BRI p | Dapat dipinjam | Perpustakaan Kota Baru - Umum (Gd. Baru - Lt.3) | Dipinjam |
| 2024/52059 | SR 899.2213 BRI p | Dapat dipinjam | Perpustakaan Kota Baru - Umum (Gd. Baru - Lt.3) | Tersedia |
| 2024/51227 | SR 899.2213 BRI p | Dapat dipinjam | Perpustakaan Kota Baru - Umum (Gd. Baru - Lt.3) | Dipinjam |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001164546 | ||
| 005 | 20240930022351 | ||
| 007 | ta | ||
| 008 | 240930################g##########f#ind## | ||
| 020 | # | # | $a 978-979-794-623-4 |
| 035 | # | # | $a 0010-0824000368 |
| 082 | # | # | $a 899.2213 |
| 084 | # | # | $a SR 899.2213 BRI p |
| 100 | 0 | # | $a Brian Khrisna |
| 245 | 1 | # | $a Parable /$c Brian Khrisna; penyunting, Juliagar R. N. |
| 250 | # | # | $a Cetakan kesebelas, 2024 |
| 264 | # | # | $a Jakarta Selatan :$b Mediakita,$c 2021 |
| 300 | # | # | $a ii, 686 halaman : $b ilustrasi ; $c 20 cm |
| 336 | # | # | $a teks$2 rdacontent |
| 337 | # | # | $a tanpa perantara$2 rdamedia |
| 338 | # | # | $a volume$2 rdacarrier |
| 520 | # | # | $a Cerita novel ini sangat berbeda. Novel Parable mengisahkan tentang seorang cowok bernama Sadewa Sagara. Ia adalah seorang anak SMA yang serba kekurangan. Dewa lahir di keluarga yang kekurangan secara finansial, ia selalu rangking terakhir di kelas, wajahnya lebih mirip dengan petasan banting dibanding wajah manusia. Dewa juga gak bisa berantem, ia juga tak bisa bermain musik, dan ia tidak pernah pacaran. Berbanding terbalik dari Dewa, ia memiliki sahabat bernama Edward Cantona atau yang biasa dipanggil Edo. Edo hidup dengan segala kelebihan. Edo memiliki segala hal yang tidak Dewa miliki. Ganteng? Iya. Kaya? Iya. Serba bisa? Juga iya. Dewa memang dilahirkan dalam keluarga yang serba kekurangan dalam finansial. Hal ini membuat Dewa harus bekerja sejak ia masih kecil untuk membantu perekonomian keluarganya. Dewa bahkan sempat menjadi kuli panggul sejak SMP demi membantu membayar uang sekolah. Bahkan, di tubuh Dewa juga ada beberapa luka bekas kecelakaan kerja. Selain itu, Dewa juga pernah mencoba untuk menjual makanan khas daerah dan minuman fermentasi. Namun, dagangannya itu tidak laris dan membuat Dewa bangkrut akibat tidak balik modal. Pada akhirnya, Dewa memutuskan untuk membantu bibinya bekerja di ladang atau untuk berjualan di pasar. Dewa tak pernah menyerah dalam bagaimana pun keadaannya. Sebanyak apa pun orang yang membenci Dewa, menolak keberadaannya, dan ia harus bekerja keras untuk bertahan hidup, Dewa selalu tersenyum dan tertawa. Dewa sempat berkata bahwa hidup itu cuma perkara sedih, bahagia, lalu di sela-selanya, diisi dengan ngopi. Lalu, sedikit mengeluh, “Ya Allah, hidup kok gini amat.” Terus ketawa lagi deh. Meskipun beberapa kali hidup sangat sulit, sehingga seperti menekan untuk mengakhiri hidup saja. Begitu juga Dewa pernah merasakan semua itu. Dikisahkan, ada suatu ketika Dewa ingin mengakhiri hidupnya. Namun, ia mengurungkan niat tersebut dengan alasan siapa tau sang ibu nanti membawakannya ayam krispi. Dewa tak perlu alasan yang besar dan mewah untuk bertahan hidup. Ia bisa bertahan cukup untuk alasan-alasan sepele. Contohnya, ya itu tadi, Dewa harus tetap hidup untuk menikmati ayam krispi, kopi di kala senja, atau Dewa harus tetap hidup, agar bisa terus menikmati mi instan ketika hujan. Sadewa mirip dengan gambaran sebagian besar anak SMA di dunia nyata. Bukan siapa-siapa, tak punya cerita klise di hidupnya. Ia juga selalu tersisih dan memilih untuk mengalah. Pokoknya tidak pernah menang. Jika kalian ingin melihat bagaimana gambaran menjadi orang jelek di dunia ini, maka selamat membaca cerita ini. Cerita tentang seseorang yang tidak pernah menjadi pemeran utama di kehidupannya sendiri. |
| 650 | # | 4 | $a Fiksi Indonesia |
| 700 | 0 | # | $a Juliagar R. N., Emelia B. $e penyunting |
| 990 | # | # | $a 53916.66736 |
| 990 | # | # | $a 53917.66737 |
| 990 | # | # | $a 54748.67568 |
| 990 | # | # | $a 54749.67569 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :