Cite This        Tampung        Export Record
Judul Motif batik klasik legendaris dan turunannya / Adi Kusrianto; penyunting, Lidya Mayasari
Pengarang Adi Kusrianto (pengarang)
Lidya Mayasari (penyunting)
EDISI Edisi 1 Cetakan 1
Penerbitan Yogyakarta : Andi, 2021
Deskripsi Fisik xiv, 200 halaman :ilustrasi ;23 cm
Konten teks
Media tanpa perantara
Penyimpan Media volume
ISBN 978-623-01-1880-7
Subjek Batik
Abstrak Batik yang sering disebut sebagai warisan budaya nenek moyang bangsa Indonesia yang memiliki nilai adiluhung dan harus dilestarikan itu sebenarnya hanya dapat diklaim oleh "batik klasik Bukan batik kekinian yang diproduksi atas nama tren mode, tuntutan selera pasar yang sama sekali sudah tidak punya "roh" atau "jiwa" Motif batik yang tergolong klasik jumlahnya ribuan, tetapi di antara itu ada motif-motif yang tergolong sebagai motif babon (induk) yang legendaris. Yaitu, motif-motif di samping kepopulerannya, juga motif yang banyak digunakan pada ritual dalam kehidupan orang Jawa. Mulai upacara terkait kelahiran, pertumbuhan dalam kehidupan seseorang, pernikahan, serta berbagai perlambang dalam menjalani kehidupan hingga saat upacara kematian. Banyak kalangan yang meyakini bahwa tatanan seperti ini bermula semenjak era kraton Mataram Islam yang berdiri sekitar abad ke-16, tepatnya pada tahun 1582 di Pulau Jawa. Bahkan diduga bahwa istilah batik dan ambatik baru digunakan di era ini.
Bahasa Indonesia
Bentuk Karya Bukan fiksi atau tidak didefinisikan
Target Pembaca Umum
Lokasi Akses Online Kotabaru

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
2022/46662 SR 746.662 ADI m Dapat dipinjam Perpustakaan Kota Baru - Umum (Gd. Baru - Lt.3) Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000044198
005 20220614095605
008 220614################g##########0#ind##
020 # # $a 978-623-01-1880-7
035 # # $a 0010-0622000021
082 # # $a 746.662
084 # # $a SR 746.662 ADI m
100 0 # $a Adi Kusrianto$e pengarang
245 1 # $a Motif batik klasik legendaris dan turunannya /$c Adi Kusrianto; penyunting, Lidya Mayasari
250 # # $a Edisi 1 Cetakan 1
264 # # $a Yogyakarta :$b Andi,$c 2021
300 # # $a xiv, 200 halaman : $b ilustrasi ; $c 23 cm
336 # # $a teks$2 rdacontent
337 # # $a tanpa perantara$2 rdamedia
338 # # $a volume$2 rdacarrier
520 # # $a Batik yang sering disebut sebagai warisan budaya nenek moyang bangsa Indonesia yang memiliki nilai adiluhung dan harus dilestarikan itu sebenarnya hanya dapat diklaim oleh "batik klasik Bukan batik kekinian yang diproduksi atas nama tren mode, tuntutan selera pasar yang sama sekali sudah tidak punya "roh" atau "jiwa" Motif batik yang tergolong klasik jumlahnya ribuan, tetapi di antara itu ada motif-motif yang tergolong sebagai motif babon (induk) yang legendaris. Yaitu, motif-motif di samping kepopulerannya, juga motif yang banyak digunakan pada ritual dalam kehidupan orang Jawa. Mulai upacara terkait kelahiran, pertumbuhan dalam kehidupan seseorang, pernikahan, serta berbagai perlambang dalam menjalani kehidupan hingga saat upacara kematian. Banyak kalangan yang meyakini bahwa tatanan seperti ini bermula semenjak era kraton Mataram Islam yang berdiri sekitar abad ke-16, tepatnya pada tahun 1582 di Pulau Jawa. Bahkan diduga bahwa istilah batik dan ambatik baru digunakan di era ini.
650 # 4 $a Batik
700 0 # $a Lidya Mayasari$e penyunting
856 # # $a Kotabaru
990 # # $a 49353.62173
990 # # $a 49353.62173
Content Unduh katalog