Cite This        Tampung        Export Record
Judul Rakyatisme : dan esai-esai lain / Alois A. Nugroho
Pengarang Alois A. Nugroho
Penerbitan Jakarta : Kompas Media Nusantara, 2016
Deskripsi Fisik viii, 248 halaman ;21 x 14 cm.
Konten teks
Media tanpa perantara
Penyimpan Media volume
ISBN 978-602-412-192-1
978-602-412-193-8 (e-book)
Subjek Politik dan pemerintahan
Abstrak Salah satu perbedaan mencolok antara Orde Baru dan Orde Reformasi terletak pada cara penggunaan bahasa dalam kehidupan politik. Zaman Orde Baru adalah zaman yang eufemistis, amat berbeda dengan jargon-jargon bertenaga dan sering kasar dari Orde Lama maupun Orde Reformasi. Pada masa Orde Baru, orang kadang-kadang melakukan “unjuk rasa”, pada masa sekarang buruh berani “berdemonstrasi” dengan cara menutup jalan tol. Sebutan “Yang Mulia” dan “Paduka Yang Mulia” dihapuskan pada Zaman Orde Baru, tapi muncul sebutan baru “Bapak” atau “Ibu”. Tidak lagi terdengar sebutan akrab dari Zaman Perjuangan, “Bung”. Meskipun demikian, itu berubah pada zaman yang lebih demokratis seperti sekarang ini, sejak “Pak Beye” (Presiden Susilo Bambang Yudhoyono) dan kemudian “Jokowi” (Presiden Joko Widodo)
Bahasa Indonesia
Bentuk Karya Bukan fiksi atau tidak didefinisikan
Target Pembaca Dewasa

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
2021/45281 SR 320.95 ALO r Dapat dipinjam Perpustakaan PEVITA - Bianca Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000042913
005 20210809074903
007 ta
008 210809################e##########0#ind##
020 # # $a 978-602-412-192-1
020 # # $a 978-602-412-193-8 (e-book)
035 # # $a 0010-0821000124
082 # # $a 320.95
084 # # $a SR 320.95 ALO r
100 0 # $a Alois A. Nugroho
245 1 # $a Rakyatisme : $b dan esai-esai lain /$c Alois A. Nugroho
264 # # $a Jakarta :$b Kompas Media Nusantara,$c 2016
300 # # $a viii, 248 halaman ; $c 21 x 14 cm.
336 # # $a teks$2 rdacontent
337 # # $a tanpa perantara$2 rdamedia
338 # # $a volume$2 rdacarrier
520 # # $a Salah satu perbedaan mencolok antara Orde Baru dan Orde Reformasi terletak pada cara penggunaan bahasa dalam kehidupan politik. Zaman Orde Baru adalah zaman yang eufemistis, amat berbeda dengan jargon-jargon bertenaga dan sering kasar dari Orde Lama maupun Orde Reformasi. Pada masa Orde Baru, orang kadang-kadang melakukan “unjuk rasa”, pada masa sekarang buruh berani “berdemonstrasi” dengan cara menutup jalan tol. Sebutan “Yang Mulia” dan “Paduka Yang Mulia” dihapuskan pada Zaman Orde Baru, tapi muncul sebutan baru “Bapak” atau “Ibu”. Tidak lagi terdengar sebutan akrab dari Zaman Perjuangan, “Bung”. Meskipun demikian, itu berubah pada zaman yang lebih demokratis seperti sekarang ini, sejak “Pak Beye” (Presiden Susilo Bambang Yudhoyono) dan kemudian “Jokowi” (Presiden Joko Widodo)
650 # 4 $a Politik dan pemerintahan
990 # # $a 47990.60810
Content Unduh katalog