Cite This        Tampung        Export Record
Judul Keluarga cemara 1 / Arswendo Atmowiloto
Pengarang Arswendo Atmowiloto
EDISI Cetakan ke delapan : April 2024, Edisi 50 tahun gramedia pustaka utama
Penerbitan Jakarta : Gramedia Pustaka Utama, 2024
Jakarta : Gramedia Pustaka Utama, 2018
Deskripsi Fisik 288 halaman :ilustrasi
Konten Teks
Media Tanpa perantara
Penyimpan Media Volume
ISBN 978-979-229-263-3
Subjek Fiksi Indonesia
Abstrak Kisah sebuah keluarga yang memilih hidup dengan hanya bermodalkan kejujuran. Keluarga yang amat sangat sederhana, terdiri atas Abah, kepala keluarga yang bekerja sebagai penarik becak dan buruh apa saja; Ema, sang ibu yang membuat opak untuk dijajakan putrinya; Euis, si sulung yang kelas enam SD, pernah mengalami masa jaya orangtuanya sebagai pengusaha; Ara atau Cemara yang baru masuk TK; serta Agil si bungsu. Kalau air mata bisa menjadi simbol kebahagiaan, inilah kisah itu. Keluarga Cemara 1 ini merupakan kompilasi yang terdiri atas tiga judul: Keluarga Cemara, Musik Musim Hujan, dan Kupon Kemenangan. Kemiskinan keluarga Cemara membuat mereka hanya bisa membuat banyak mimpi dan harapan, namun belum pernah sempat mewujdukannya. Abah yang dulunya pernah mengalami fase menjadi pengusaya kaya harus bangkrut sehabis-habisnya karena terkena tipu rekan kerjanya. Hidup diceritakan berat sekali, orang yang pernah tinggal di fasilitas enak, sekarang harus pindah ke rumah petak serba terbatas. Euis sebagai anak pertama
Bahasa Indonesia
Bentuk Karya Fiksi (tidak dijelaskan secara khusus)
Target Pembaca Tidak diketahui / tidak ditentukan

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
2019/27695 SR 899.2213 ARS k Dapat dipinjam Perpustakaan PEVITA - Umum Tersedia
2019/13053 SR 899.2213 ARS k Dapat dipinjam Perpustakaan Kota Baru - Umum (Gd. Baru - Lt.3) Tersedia
2024/50180 SR 899.2213 ARS k Baca di tempat Perpustakaan Keliling PUSPITA - Puspita 7 Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000032227
005 20240522025311
008 240522###########################1#ind##
020 # # $a 978-979-229-263-3
035 # # $a 0010-0619032227
082 # # $a 899.2213
084 # # $a SR 899.2213 ARS k
090 899.221 3
100 0 # $a Arswendo Atmowiloto
245 1 # $a Keluarga cemara 1 /$c Arswendo Atmowiloto
250 # # $a Cetakan ke delapan : April 2024, Edisi 50 tahun gramedia pustaka utama
264 # # $a Jakarta :$b Gramedia Pustaka Utama,$c 2018
264 # # $a Jakarta :$b Gramedia Pustaka Utama,$c 2024
300 # # $a 288 halaman : $b ilustrasi
336 # # $a Teks$2 rdacontent
337 # # $a Tanpa perantara$2 rdamedia
338 # # $a Volume$2 rdacarrier
520 # # $a Kisah sebuah keluarga yang memilih hidup dengan hanya bermodalkan kejujuran. Keluarga yang amat sangat sederhana, terdiri atas Abah, kepala keluarga yang bekerja sebagai penarik becak dan buruh apa saja; Ema, sang ibu yang membuat opak untuk dijajakan putrinya; Euis, si sulung yang kelas enam SD, pernah mengalami masa jaya orangtuanya sebagai pengusaha; Ara atau Cemara yang baru masuk TK; serta Agil si bungsu. Kalau air mata bisa menjadi simbol kebahagiaan, inilah kisah itu. Keluarga Cemara 1 ini merupakan kompilasi yang terdiri atas tiga judul: Keluarga Cemara, Musik Musim Hujan, dan Kupon Kemenangan. Kemiskinan keluarga Cemara membuat mereka hanya bisa membuat banyak mimpi dan harapan, namun belum pernah sempat mewujdukannya. Abah yang dulunya pernah mengalami fase menjadi pengusaya kaya harus bangkrut sehabis-habisnya karena terkena tipu rekan kerjanya. Hidup diceritakan berat sekali, orang yang pernah tinggal di fasilitas enak, sekarang harus pindah ke rumah petak serba terbatas. Euis sebagai anak pertama yang tabah dan rajin membantu orang tua. Ara yang walaupun hidup dalam kekurangan tetap tahu diri dan percaya diri. Agil yang lucu karena banyak mengekor Ara dalam segala hal. Banyak cerita di buku tersebut menjelaskan bahwa keluarga Cemara hampir mendapatkan banyak hal. Sayangnya hanya hampir. Namun demikian, Abah selalu berpesan untuk bersikap jujur. Karena dengannya walaupun keadaan miskin, kita bisa tetap berdiri tegak karena harga diri. Buku ini mengajarkan bahwa keluarga adalah fondasi terkecil dari suatu masyarakat. Tempat nilai-nilai kebaikan disampaikan pertama kali. Harta yang paling berharga adalah keluarga. Istana yang paling indah adalah keluarga. Puisi yang paling bermakna adalah keluarga.
650 4 $a Fiksi Indonesia
990 # # $a 036978.042096
990 # # $a 036978.042096
990 # # $a 037064.042182
990 # # $a 037064.042182
990 # # $a 52870.65690
990 # # $a 52870.65690
Content Unduh katalog