Cite This        Tampung        Export Record
Judul Hujan pertama untuk aysila / Edi AH Iyubenu; penyunting, Muhajjah Saratini, Misni Parjiati; ilustrasi, Aan_Retiree, Trias
Pengarang Edi AH Iyubenu
Muhajjah Saratini (penyunting)
Misni Parjiati (penyunting)
Aan_Retiree (ilustrasi)
Trias (ilustrasi)
EDISI Cetakan II, Maret 2020
Penerbitan VA Press
Yogyakarta : Diva Press, 2020
Deskripsi Fisik 184 halaman :ilustrasi ;19 cm
ISBN 978-602-391-903-1
Subjek Fiksi
Abstrak Suara kecil dari balik jendela kafe yang terkuak di sebelah kursi Aysila itu terdengar begitu lamat. Nyaris punah ditelan bising hujan. Suara yang amat dikenal Asyila dengan baik, yang begitu karib dengan hari-harinya. Setelah diam beberapa jenak untuk berpikir, Aysila menjulurkan kedua lengannya ke luar jendela, memenuhi pinta suara yang lirih itu. Ia biarkan tubuhnya ditarik dari luar dan hinggap sempurna dalam pelukan tubuh yang hangat itu. Hujan kian mengendur. Hujan kian menyusut. Tapi tidak dengan sepasang kelopak mata Aysila yang katup. Inilah kumpulan cerpen Edi AH Iyubenu yang sebagiannya telah dipublikasikan di media massa seperti Horison.
Bahasa Indonesia
Bentuk Karya Fiksi (tidak dijelaskan secara khusus)
Target Pembaca Umum

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
2019/20004 SR 899.2213 EDI h Dapat dipinjam Perpustakaan Kota Baru - Tandon (Gd. Baru - Lt.2) Tersedia
2021/45033 SR 899.2213 EDI h Dapat dipinjam Perpustakaan PEVITA - R. Remaja Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000018042
005 20210819102651
008 210819################g##########1#ind##
020 # # $a 978-602-391-903-1
035 # # $a 0010-0619018042
082 # # $a 899.2213
084 # # $a SR 899.2213 EDI h
090 899.221.3
100 0 # $a Edi AH Iyubenu
245 1 # $a Hujan pertama untuk aysila /$c Edi AH Iyubenu; penyunting, Muhajjah Saratini, Misni Parjiati; ilustrasi, Aan_Retiree, Trias
250 # # $a Cetakan II, Maret 2020
260 # # $a Yogyakarta :$b Diva Press,$c 2020
264 DIVA Press
300 # # $a 184 halaman : $b ilustrasi ; $c 19 cm
520 # # $a Suara kecil dari balik jendela kafe yang terkuak di sebelah kursi Aysila itu terdengar begitu lamat. Nyaris punah ditelan bising hujan. Suara yang amat dikenal Asyila dengan baik, yang begitu karib dengan hari-harinya. Setelah diam beberapa jenak untuk berpikir, Aysila menjulurkan kedua lengannya ke luar jendela, memenuhi pinta suara yang lirih itu. Ia biarkan tubuhnya ditarik dari luar dan hinggap sempurna dalam pelukan tubuh yang hangat itu. Hujan kian mengendur. Hujan kian menyusut. Tapi tidak dengan sepasang kelopak mata Aysila yang katup. Inilah kumpulan cerpen Edi AH Iyubenu yang sebagiannya telah dipublikasikan di media massa seperti Horison.
650 4 $a Fiksi
700 0 # $a Aan_Retiree$e ilustrasi
700 0 # $a Misni Parjiati$e penyunting
700 0 # $a Muhajjah Saratini$e penyunting
700 0 # $a Trias$e ilustrasi
990 # # $a 47742.60562
Content Unduh katalog