01824 2200301 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059020002200100082001000122084001900132100002900151245010900180250003200289300002500321650002400346700003700370700002900407700002800436520090600464264004501370336002101415337003001436338002301466740001701489990001601506INLIS00000000116581520251006121651 a0010-1025000009ta251006 g f ind  a978-602-06-8379-9 a895.6 aSR 895.6 KEI p0 aKeigo Higashinoepenulis1 aPlatina data /cKeigo Higashino; penerjemah, Eri Pramestiningtyas; penyunting, A. Mustika W, Juliana Tan aCetakan kedua: Agustus 2025 a480 halaman ;c20 cm 4aKesusastraan Jepang0 aEri Pramestiningtyasepenerjemah0 aA. Mustika Wepenyunting0 aJuliana Tanepenyunting aBerlatar belakang di dunia tak jauh dari masa sekarang, di mana teknologi komputer didewakan dan karya seni manusia dipertanyakan, sebuah sistem penyelidikan DNA mutakhir mulai diperkenalkan kepada publik. Seiring bertambahnya investigasi kepolisian yang mengandalkan teknologi kontroversial tersebut, jumlah kasus yang terpecahkan pun meningkat. Namun, mendadak muncul serangkaian pembunuhan yang pelakunya tak mampu diidentifikasi sistem. Kepala Analis sistem penyelidikan DNA, Kagura Ryuhei, yakin ini hanya masalah pengumpulan data yang belum menyeluruh, bukan kecacatan pada sistem seperti yang diyakini pihak kepolisian. Di tengah-tengah perdebatan ini, otak di balik pengembangan sistem penyelidikan DNA malah ditemukan tewas terbunuh. Pembunuhan inilah yang kemudian membuat Kagura terlempar ke dalam pusaran intrik di mana ia menjadi buronan polisi dengan musuh yang tak pernah ia bayangkan. aJakarta :bGramedia Pustaka Utama,c2025 2rdacontentateks 2rdamediaatanpa perantara 2rdacarrieravolume aPlatina data a56174.66994