01725 2200277 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059020002200100082001300122084002200135100002600157245008000183250002000263300002500283650002000308700003600328520094100364264003601305336002101341337003001362338002301392990001601415990001601431INLIS00000000116516720241204010404 a0010-1224000047ta241204 d 1 ind  a978-623-04-1990-4 a899.2213 aSR 899.2213 TON c0 aToni Pratamaepenulis1 aCinta di bawah tudung saji /cToni Pratama; penyunting, Ani Nuraini Syahara aCetakan pertama a203 halaman ;c20 cm 4aFiksi Indonesia0 aAni Nuraini Syaharaepenyunting aHai, guys! Jadi kan besok main ke rumahku?” Atira memulai percakapan di grup BBM. Jam dinding berwarna oren yang tergantung di atas meja belajarnya yang juga bernuansa oren menunjukkan pukul 8 malam. Setiap hari jam segitu memang terjadwal sebagai “rapat” harian bersama anggota geng tercantik di jagat raya. Atira menelungkup di atas kasurnya yang empuk sambil memelototi layar BlackBerry Gemini-nya. Tebak apa warna seprainya? Iya, betul sekali! Oren! Atira adalah pecinta oren garis keras. Gelarnya adalah Miss Oren. “Jadi, dong! Masa makan gratis ditolak? Hahahaha!” Nobel langsung membalas dengan cepat. “Aku sarankan, datangnya jangan kesiangan, ya! Biasanya ramai banget, lho! Bisa susah parkir entar kalau udah crowded.” “Emang seberapa ramai? Kayak konser Coldplay?” “Lebih malahan. Coldplay gabung sama Ayu Ting Ting. Kayak gitulah kira-kira. Hahaha...." celetuk Atira. Jarinya lancar mengetik pesan. aJakarta :bBhuana Sastra,c2024 2rdacontentateks 2rdamediaatanpa perantara 2rdacarrieravolume a55347.68167 a55347.68167