02036 2200313 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059020002200100082001000122084001900132100002600151245018600177250002000363300004400383650004800427700003500475700002900510700003200539700003400571520096300605264005301568336002101621337003001642338002301672500001101695990001601706INLIS00000000116344220231026032642 a0010-1023000009ta231026 g 0 ind  a978-623-321-235-9 a959.8 aSR 959.8 POE m0 aPoeze, Harryepenulis1 aMerdeka :bperang kemerdekaan dan kebangkitan republik yang tak pasti (1945-1950) /cHarry Poeze, Henk Schulte Nordholt, penerjemah, Susi Moeimam, Nurhayu Santoso, Maya Sutedja-Liem aCetakan I, 2023 axxvi, 506 halaman :bilustrasi ;c24 cm 4aIndonesia -- Sejarah -- Revolusi, 1945-19500 aHenk Schulte Nordholtepenulis0 aSusi Moeimamepenerjemah0 aNurhayu Santosoepenerjemah0 aMaya Sutedja-Liemepenerjemah aPada tahun 1945, di bawah semboyan "Merdeka!", Republik Indonesia terlibat dalam perang kemerdekaan yang ujung akhirnya tidak dapat diramalkan. Harry Poeze dan Henk Schulte Nordholt menceritakan kisah baru tentang revolusi yang terutama membahas selain perjuangan melawan Belanda juga kebangkitan Republik yang tak pasti. Setelah mengalami kekejaman pada masa pendudukan Jepang, para pemimpin Republik harus membangun pemerintah yang baru. Di pihak Belanda, mereka harus berhadapan dengan para politikus berwawasan sempit dan tentara-tentara yang suka perang. Di kalangannya sendiri, Republik harus menghadapi pemuda yang punya kehendak sendiri tetapi siap berjuang, pemimpin militer yang otonom, federalis konservatif, komunis revolusioner dan muslim radikal. Kudeta, perang saudara, dan serangan Belanda mengancam eksistensi Republik. Oleh karena itu kemenangan yang akhirnya dicapai oleh para pemimpin Indonesia merupakan keajaiban besar dalam revolusi. aJakarta :bYayasan Pustaka Obor Indonesia,c2023 2rdacontentateks 2rdamediaatanpa perantara 2rdacarrieravolume aIndeks a52254.65074