01770 2200277 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059020002200100082000800122084001700130100001600147245009800163250001400261300003100275650001600306700003100322520098300353520002801336264003801364336002101402337003001423338002301453990001601476INLIS00000000004307320210820051838 a0010-0821000284ta210820 0 ind  a978-623-244-474-4 a131 aSR 131 AST n0 aAsti Musman1 aNrimo ing pandum :bcara berbahagia ala orang jawa /cAsti Musman ;penyunting, Herman Adamson aCetakan 1 aviii, 200 halaman ;c20 cm 4aKebahagiaan0 aHerman Adamsonepenyunting aOrang Jawa suka menggunakan pola yang simbolik yang menjadi pijakan untuk berpikir positif. Sepanjang hidup manusia Jawa selalu berada di arena peperangan Baratayudha (jihad) antara kekuatan nafsu positif (Pandawa Lima) melawan nafsu Negative (100 pasukan Kurawa). Perang ini berlangsung di medan perang yang bernama “padang Kurusetra” (ati/batin). Peperangan yang paling berat dan merupakan sejatinya perang adalah perang di jalan kebenaran yaitu melawan hawa nafsu. Jadi, setiap orang sesungguhnya mampu mengendalikan hawa nafsunya itu, tentu saja jika nilai-nilai spiritual telah terserap dalam batinnya. Persoalannya maukah kita menyerap nilai-nilai Ilahiah yang menjadi “jiwa murni” tiap manusia? Tidak perlu menunggu mendapatkan “petunjuk” atau hidayah untuk memulai pengembaraan pengendalian nafsu kita, asalkan kita memiliki tekad yang bulat untuk meraihnya. Karena hanya dengan cara ini saja, kebahagiaan akan datang dari segala arah tanpa disangka-sangka. aBibliografi halaman 193 aYogyakarta :bPustaka Jawi,c2021 2rdacontentateks 2rdamediaatanpa perantara 2rdacarrieravolume a47908.60728