02185 2200289 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059020002200100082000800122084001700130100001700147245009300164250003400257300003300291650001700324700004300341700002600384520133700410264003301747336002101780337003001801338002301831740002501854990001601879INLIS00000000004285120210805025134 a0010-0821000062ta210805 g e ind  a978-623-7378-29-7 a812 aSR 812 ECO s0 aEco, Umberto1 aSalah baca /cUmberto Eco; Penerjemah, Stephanus Aswar Herwinarko; Penyunting, Yusrianto aCetakan pertama, Oktober 2020 a236 halaman ;c20 cm x 14 cm 4aEsai Inggris0 aStephanus Aswar Herwinarkoepenerjemah0 aYusriantoepenyunting aEsai berjudul “Granita” di dalam buku ini terbilang esai cemerlang. Esai “Granita” dimaksudkan untuk memparodikan Lolita yang ditulis Nabokov. Tentu saja, karya Eco tersebut tidak seperti parodi Nabokov, sebagaimana terjemahan Italia atas novel Lolita-nya itu. Parodinya berlatar beberapa kota kecil di Piedmont, daerah tempat kelahiran Eco. Tak kalah dengan “Granita”, ada pula esai berjudul “Yang Terbaru dari Langit”, yang melaporkan dari dunia lain terkait dengan jargon politik yang sedang berlaku. Tulisan itu ditulis beberapa puluh tahun lalu, tetapi menurut Eco, tulisan tersebut masih bisa dipahami juga pada zaman Ross Perot dan Pat Buchanan. Ada pula esai berjudul “Pungkasan Sudah di Tangan”, yang diilhami oleh kritik sosial Adorno dan aliran Frankfurt. Beberapa barisnya merupakan kutipan tidak langsung dari beberapa penulis Italia yang berbakat untuk “melakukan Adornisasi” pada tahun-tahun itu. Selain esai-esai cerdas itu, ada juga esai berjudul “Surat untuk Anak Laki-lakiku”, “Tiga Ulasan Eksentrik”, “Penemuan Benua Amerika”, “Eksaminasiku”, “Buatlah Filmmu Sendiri”, “Beberapa Kepingan”, dan esai lainnya. Buku ini menjadi bukti bahwa Eco tidak perlu diragukan lagi kepintarannya. Eco benar-benar menjadi lucu, kocak, dan berwawasan luas. aYogyakarta :bIRCiSoD,c2020 2rdacontentateks 2rdamediaatanpa perantara 2rdacarrieravolume aMisreadings, Harvest a48002.60822