01648 2200265 4500001002100000005001500021035002000036090000800056020002200064100002500086650002100111245008900132264000800221008004100229082001000270084001900280250003600299260003100335300003600366700003200402700002900434505088700463990001601350990001601366INLIS00000000004158120210807060705 a0010-0619041581 92.2 a978-623-7624-24-01 aBergson, Henri, 1859 4aKomedi, Filsafat1 aFilosofi tawa /cHenri Bergson; penerjemah, Saunt Pasaribu; penyunting, Tias Setiadi irca210807 g 0 ind  a792.2 aSR 792.2 BER f aCetakan Pertama, November 2020 aYogyakarta :bCirca,c2020 axii, 186 halaman ;c19 x 13 cm.3 aPasaribu, Sauntepenerjemah0 aTias Setiadiepenyunting aBuku Filosofi Tawa ini sangat unik dan nyaris merupakan satu-satunya karya filsuf yang mendedah dengan sangat mengggugah segi-segi mendalam dan filosofis dari tertawa, juga rumus-rumus lelucon dan hukum-hukum tawa yang akan membantu Anda menciptakan komedi. Bergson memulai pembabarannya tentang lelucon dengan bertumpu pada tiga hal. Pertama, lelucon adalah semata fenomena manusia. Lanskap pemandangan tak bisa jadi sumber tawa, dan saat manusia membuat lelucon tentang binatang, sering hanya karena mereka mengenali tingkah manusia dalam binatang-binatang tersebut. Manusia bukan hanya bisa tertawa tapi juga merupakan sumber tawa. Kedua, tawa mensyaratkan sikap cuek, dan perlu berjarak baik dengan perasaan maupun emosi; akan sangat sulit untuk tertawa lepas saat seseorang menyadari seriusnya keadaan. Tiga, sangat sulit tertawa sendiri, dan lebih mudah tertawa bareng-bareng. a47706.60526 a47706.60526